GLENAK-GLENIK KEBANGSAAN #10

GLENAK-GLENIK KEBANGSAAN #10

Menyambut tahun Pemilu 2014 (Pileg dan Pilpres), maka sebagai bentuk keaktifan dan kesadaran penuh sebagai bagian dari warga negara, Gereja Katolik Kevikepan Kedu melalui komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Kevikepan Kedu–menggelar acara rutin yaitu GLENAK-GLENIK KEBANGSAAN # 10 (Jumat, 14 februari 2014).

Sekitar 70 orang perwakilan gereja katolik yang ada di Kevikepan Kedu (terdiri dari : Ketua Lingkungan, Ketua Wilayah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Politik, WKRI, OMK, Pengamat dan Pemerhati Politik, dan Kelompok Kategorial lain) berkumpul dan berdiskusi bersama di Panti Bina Bakti Gereja St. Ignatius Magelang.

Acara yang bertema”Bedah Partai Politik 2014 : Peluang dan Tantanganya”itu, nampaknya menyita perhatian yang cukup serius bagi umat Katolik di Vikep Kedu. Padahal hari itu bertepatan dengan hujan abu Gunung Kelud, yang karena baru hari pertama, terasa sangat tebal dan mengganggu; namun tetap tidak membuat semangat para peserta surut.

“Acara ini adalah acara rutin kami yang ke-10, sebagai bentuk 100% katolik – 100% indonesia. Bahwa warga Gereja Katolik juga adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang harus peka, peduli dan aktif terhadap segala sesuatu yang terjadi di bangsa ini; termasuk hajatan besar Pileg dan Pilpres 2014; yang tinggal sekitar 50 hari lagi. ”begitu yang disampaikan Ketua Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Kevikepan Kedu, Paulus Agung Pramudyanto.

Pukul 16.30 wib, acara di mulai dengan doa Pembukaan lalu dilanjutkan sosialisasi Pemilu 2014 oleh KPU kota magelang. Pada session tanya jawab, para peserta sangat aktif bertanya dan memberi masukan terhadap situasi bangsa ini, terutama menghadapi pemilu dengan segala hiruk pikuknya.

Gerakan “Anti Money Politik”, nampaknya terus diserukan oleh Gereja Katolik. Gerakan dimana tetap menolak diberi amplop (serangan fajar-red) untuk memilih caleg partai tertentu. “ tolak uangnya, dan pilih sesuai rekam jejak pribadi dan Partai pengusungnya”kata salah seorang peserta dari Parakan.

Romo Vikep Kedu (Krisno Handoyo, Pr) dalam pesannya mengatakan”dibutuhkan kebesaran jiwa, kerendahan hati dalam Pileg dan Pilpres tahun 2014 ini. Karena banyak pula Caleg dari Katolik yang sama-sama bertarung dalam 1 dapil, maka jika tidak dewasa gereja bisa terancam perpecahan”

Acara lanjutan akan digelar tanggal 23 Februari 2014 di tempat yang sama, bekerjasama dengan OMK dan Komisi Pendidikan Kevikepan Kedu. Di kemas dengan gaya anak muda dalam Gathering OMK bertema”OMK Melek Politik”.

(*) Penulis : Agung Pramudyanto

Pengamat dan Pemerhati Sosial Politik Kemasyarakatan

(Ketua Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Kevikepan Kedu)

Iklan

Tentang agungpramudyanto

Penulis sosial, seni, budaya
Pos ini dipublikasikan di berita, politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s