Menggalakkan Taman Bacaan Masyarakat

inspiratif..

Penerbitan Buku

Bermula dari kesenangannya mengoleksi buku. Kesenangan itu berbanding terbalik dengan rendahnya kebiasaan membaca masyarakat di sekitar kediamannya. Diam-diam tumbuh keinginan dalam dirinya untuk berbagi, menularkan bacaan miliknya kepada orang-orang di sekitarnya.

Ia lalu membuka warung di rumahnya. Buku-buku ditumpuk di sekitar barang jualan. Masyarakat yang datang berbelanja, tanpa disadari, ikut membuka-buka buku yang ada. Lambat laun, warung dengan banyak koleksi buku itu menyebar di masyarakat.

Kiswanti perempuan yang senang mengoleksi buku tersebut lalu membentuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Namanya Taman Bacaan Warabal, singkatan dari Warung Baca Lebak Wangi, terletak di Kampung Saja, Lebak Wangi, Pemegarsari, Parung, Bogor. Ia menyediakan sebuah ruang tempat tinggalnya sebagai taman bacaan yang penuhi sedikitnya 2.500 buku. Tak hanya menyediakan tempat, Kiswanti pun bersepeda keliling kampung membawa bahan bacaanya.

Kegiatan Kiswanti akhirnya tercium oleh aparat Direktorat Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Setelah menyelesaikan prosedur yang dipersyaratkan, bantuan pun diberikan untuk operasional taman bacaan tersebut.

Lihat pos aslinya 529 kata lagi

Iklan

Tentang agungpramudyanto

Penulis sosial, seni, budaya
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s