Dewan Pers: tvOne segera hentikan tayangan fitnah dan menghasut!

tv one 4MERDEKA.COM. Dewan Pers menegur tvOne karena menayangkan berita berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat. Isi pemberitaan tvOne mengaitkan komunisme dengan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Menegur keras tvOne karena tayangan dibuat tidak mematuhi kode etik jurnalistik dan langgar amanat UU Pers,” ujar Anggota Dewan Pers, Nezar Patria kepada merdeka.com, Jumat (4/7).

Menurut Nezar, Dewan Pers juga sudah meminta agar televisi milik Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie itu menghentikan tayangan berbau fitnah. Sebab, jika tayangan terus berulang akan mengganggu masyarakat.

“Jadi kami menyerukan tvOne segera hentikan tayangan berpotensi menghasut, timbulkan gesekan dan mengarah ke aksi kerasan di masyarakat,” tuturnya.

Dalam Undang-Undang Pers pasal 6 huruf b dan c, kata Nezar, jelas disebutkan pers menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan menghormati kebhinekaan. Informasi yang disampaikan harus benar dan akurat, sehingga memberikan wawasan positif.

“Jangan ada pemberitaan sumir, berpotensi fitnah,” tegas mantan korban penculikan 1998 itu.

Dalam tayangan beberapa waktu lalu tvOne mengaitkan partai besutan Megawati Soekarnoputri dengan aliran komunis. Dampak dari pemberitaan itu simpatisan PDIP Yogyakarta terpancing menyegel dan mencoret-coret kantor tvOne di Yogya.

Iklan

Tentang agungpramudyanto

Penulis sosial, seni, budaya
Pos ini dipublikasikan di berita, politik dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s