Seneca dan Kebebasan Batin

Rumah Filsafat

miro - seneca blogspot.com

Seneca di dalam De vita Beata

Oleh Reza A.A Wattimena

Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan bunga dan duri. Ini tidak dapat disangkal. Setiap orang mengalami masa-masa gelap dalam hidupnya. Namun, disela-sela masa-masa itu, mereka pun menemukan kebahagiaan.

Banyak orang yang lelah dengan perjalanan ini. Bagaimana mungkin saya bisa merasa bahagia, ketika saya tahu, ini semua hanya sementara, dan besok atau mungkin nanti sore, musibah lain akan datang menimpa saya? Orang-orang seperti ini lalu mencari cara untuk melampaui jatuh bangunnya kehidupan. Ada beragam cara, mulai dari menggunakan narkoba (ganja, heroin, ampfetamin), belanja gila-gilaan (konsumtivisme?), menjadi pengguna jasa pelacuran tetap (sex sampai mati untuk menutupi kesedihan?), menumpuk kekayaan (kalau perlu dengan korupsi?), pencarian segala bentuk kenikmatan lainnya (pesta setiap malam atau makan tanpa henti?), sampai dengan bunuh diri.

Pertanyaan penting disini adalah, apakah harus seperti itu? Apakah hidup itu harus selalu jatuh bangun dan naik turun? Apakah ada cara hidup…

Lihat pos aslinya 475 kata lagi

Iklan

Tentang agungpramudyanto

Penulis sosial, seni, budaya
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s